31 Desember 2012
Tahun baru 2013, entah apa yang membuat banyak orang selalu menunggu malam-malam pergantian tahun, kalau yang mereka tunggu-tunggu hanyalah hiasan kembang api dengan suara yang menggelegar yang ku rasa bukan hanya mereka dapat di malam pergantian tahun saja, mereka masih punya 365 hari untuk menyalakan kembang api kapan saja, tapi entahlah!, aku tak pernah mengurus malam pergantian tahun, karena menurutku itu bukanlah hal yang penting untuk dirayakan. Tapi hal ini tak lantas membuatku tak pernah menunggu malam ini, malam pergantian tahun memiliki moment dan sesuatu yang indah buatku. Kenapa??
aku telah sepakat dengan sahabat terdekatku, Dani, untuk keluar bersama malam ini, kami memiliki suatu kesamaan, sama-sama tak suka dengan keramaian, kami lebih senang berada di tempat yang tak ramai, bahkan tak ada orang sekalipun, mendengarkan lagu dan terlepas kepada alam. Begitu juga malam ini, malam yang tentunya dimana-mana akan sangat ramai, lapangan, pantai, dan lainnya tentu bukan menjadi tempat yang cocok bagi kami. Kami belum menentukan kemana kami harus pergi, semboyan aku dan Dani sama, ‘yang penting jalan’ entah kemana, dan sampai kami menemukan tempat yang sekiranya cocok. Satu hal lagi, kami sama-sama suka jalan-jalan.
Aku tinggal di kecamatan Tanjung kabupaten lombok utara, kabupaten kecil yang hanya memiliki lima kecamatan dan jauh dari pusat ibu kota provinsi , kabupaten yang baru berpisah dengan induknya Lombok Barat berapa tahun sebelumnya, Tanjung dijadikan ibu kota kabupaten dan pusat pemerintahan, itulah sebabnya Tanjung sekarang lebih ramai dari yang dahulu aku ketahui.
Jalan raya terbesar di kabupaten kecilku tampak benar-benar semrawutan, apalagi ditambah dengan adanya alun-alun kota dadakan tepat di depan jalan tersebut, suara deruman motor benar-benar ribut. Alun-alun menjadi tempat yang paling banyak dicari di malam-malam seperti ini, karena biasanya akan diadakan acara-acara hiburan malam, selain itu pesta kembang api juga biasa diadakan disini. Benar-benar tempat yang ribut, remaja-remaja semi berandalan lalu lalang dengan suara motor yang diperbesar membengkakan telinga, remaji-remaji juga tak kalah mentereng bersama tunggangan pacarnya, para pedagang yang sangat tak beraturan juga membuat alun-alun ini semakin semrawutan, jelaslah, ini bukan tempat yang cocok bagi kami.
Pasar, siapa kiranya yang akan pergi ke pasar malam-malam begini, karena di desaku tak ada pasar malam, siapa juga yang mau menikmati malam pergantian tahun di pasar yang terkenal kumuh dan beraroma tak sedap. Hanya ada beberapa lampu penerangan di pasar itu, mungkin terdengar aneh, tapi kami rasa tempat ini adalah tempat yang cocok untuk kami, tak ada keramaian, tak ada suara bising konser dangdut yang merusak gendang telinga, tak ada himpit-himpitan dengan banyak orang, karena memang tak ada orang selain kami berdua di pasar itu. Freedom. hal lain yang membuat aku mengajak Dani untuk memilih pasar sebagai tampat tongkrongan adalah karena aku sedang menunggu kakakku yang akan datang bersama sepupu-sepupuku dari kota mataram. Kami sudah merencanakan sesuatu di jauh hari sebelumnya.
Entah berapa lama sudah kami disini, berbicara segala hal yang bisa dibicarakan, mendengarkan musik yang setiap kali duduk berdua selalu kami dengarkan, mungkin terdengar aneh, tapi kami dua orang pemuda kadang kali juga bergosip.
Mobil perak itu berhenti di depan kami, itulah yang kami tunggu, pintunya terbuka dan aku langsung mebicarakan sesuatu yang sangat serius dengannya. Sangat serius.
Dani sudah pulang kerumahnya setelah mengantarku terlebih dahulu, dia tak menerima tawaranku untuk menikmati sesuatu di rumahku malam ini, aku tahu, rumahku sudah gelap, mamaku mempunyai pemikiran yang sama denganku, tak pernah mementingkan hal-hal berupa perayaan pergantian tahun seperti ini, dia lebih memilih menghabiskan waktu di rumah, nonton tv atau tidur, dan aku tahu, malam ini dia sudah tidur karena rumah sudah terkunci, aku membawa kunci lainnya. sedangkan bapakku, seorang Polisi, tugasnya tentu tak akan membuatnya berada di rumah saat ini. Persis seperti sekelempok perampok yang ingin menyatroni rumah, aku dan sepupuku berbicara bisik-bisik dangan muka serius semua, takut terdengar mama yang sudah tertidur, padahal itu rumah kami sendiri, kami merencakan proses eksekusi yang ternyata harus berubah malam itu juga.
Bapakku pulang dengan wajah terbingung, pasalnya adikku memanggilnya dari kantor dengan alasan ada tamu, melihat tak ada tamu dan suasana rumah yang gelap tentu saja membuatnya bingung, apalagi mengetahui mamaku yang masih tertidur di kamar. “happy birthday to you..happy birthday to you..” bapakku terkejut, lampu rumah belum dinyalakan, tapi rumah sedikit terang dengan nyala lilin-lilin kecil di atas dua buah kue. Ia tersenyum, kami menuju kamar mamaku yang masih tertidur, tak berpikir akan mengangu kami langsung saja membangunkannya dan menyanyinkan lagu tadi untuk kedua kalinya, matanya masih terlihat mengantuk saat ia berusaha meniup lilin-lilin kecil tadi. Kejutan. Karena mama dan bapak tak tahu kalau kakaku akan pulang dari mataram bersama sepupu-sepupuku yang memang berasal dari mataram. Mereka juga tak tahu kalau hal ini akan dirayakan
Suara kembang api bertubi-tubi terdengar saat kami masih menyanyikan lagu itu, lagu doa untuk kedua orang tua kami, lagu harapan agar mereka diberikan umur panjang, lagu harapan agar mereka tetap bersama kami.
Mamaku lahir tanggal 31 Desember, sedangkan bapak lahir tanggal 1 Januari, tepat dengan pergantian tahun, bukan hanya itu, kakakku juga lahir tanggal yang sama dengan bapakku, itulah sebabnya malam pergantian tahun menjadi hari yang istimewa bagiku, merayakan 3 anggota keluarga kesayangankulah alasanya, bukan karena konser dangdut ataupun pesat kembang api. Adik kecilku menjadi suksesor kejutan, tanpa keraguan dia langsung menerima suruhan kakakku untuk memanggil bapakku, dengan sedikit berbohong dengan alasan ada tamu, kejutan ini berakhir sukses
Hari berganti bersama tanggalnya, begitu juga dengan tahun
Berharap hari hari di tahun 2013 akan terus berlanjut menyenangkan seperti hari pertamanya.
Komentar
Posting Komentar