Salah
Selama ini aku salah dengan apa yang ku pikirkan
Aku berpikir bahwa kalau dia memang cinta pasti dia akan menghubungiku.
Tapi sekali lagi itu salah.
Ini malam ke sepuluh aku menanti untuk membuktikan pikiranku itu, terus menanti but hmm nothing happening.
Selama ini aku tidak pernah gengsi untuk meminta maaf duluan jika lama tak menghubunginya, berat rasanya, namun selalu kulakukan. Karena aku yang terlalu mencinta dan tak bisa berlama-lama tanpanya.
Dari sepuluh malam yang lalu aku selalu membuka tutup pesan-pesan darinya, menantikan sesuatu yang tidak pernah ku tahu kapan datangnya. Selama itu juga aku merasa hampa, aku merasa kosong dalam jiwaku, aku merasa ada sesuatu yang hilang dan membuatku tidak bernafsu melakukan apa-apa.
Itulah cinta.
Ketika rasa sabar menanti itu lama-lama sirna, aku mencoba untuk memikirkan Semuanya, salahkah aku???
Pertanyaan itu selalu terbayang dalam benakku, hingga aku menyadarinya bahwa aku memang salah.
Salah dengan semua anggapanku tentang dia, salah dengan semua perkataanku kepadanya, salah dengan semua yang kulakukan kepadanya, terlalu banyak kesalahan untuk disebutkan, terlalu banyak kesalahan yang kuperbuat, hingga bahkan aku sendiri takkan pernah bisa memaafkan diriku ini.
Malam ini kutuliskan semua yang ingin kusampaikan, tentang permintaan maaf dariku, tentang semua rasa terima kasihku yang berlimpah, tentang sesuatu yang ku tak ingin terjadi namun akan terjadi.
Maaf
Terlalu mudah untuk dikatakan, terlalu gampang keluar dari mulut ku ini dengan semua yang pernah aku lakukan, dengan semua yang pernah aku katakan. Tapi aku tak tahu lagi bagaimana cara meminta maaf kepada dia selain hanya kata itu, aku tak berharap dia bisa memaafkanku, aku hanya ingin dia mengetahui permintaan maaf ini.
Maaf atas semua yang membuat ini terjadi, tak ingin kubela diriku sendiri, aku memang salah dengan perkataanku saat itu. Maaf atas semuanya, dua tahun bersama tentu akan sangat banyak salah yang ada padaku. Dan terakhir maaf atas apa yang akan aku putuskan.
Sungguh berlimpah rasa terima kasih yang ada padaku untuk dia, atas apa yang dia lakukan selama ini, yang telah hadir dalam hidupku, yang telah melengkapi semua yang ada padaku, yang telah mewarnai dinamika hidupku. Takkan pernah bisa aku melakukan apa yang dia lakukan untukku. Rasa terima kasih itu akan selalu ada dalam hidupku. Thanks for loving me, thanks for thinking about me, thanks for missing me. Aku bisa merasakan semua itu tanpa kata darinya.
Dulu ku tak malu untuk memulai semua ini, tak ada keraguan yang kurasakan tapi kali ini aku bahkan tak tahu harus berkata apa, ku yakin dia sudah membaca pikiranku ini, maaf !
Aku terlalu malu untuk melanjutkan semua ini karena kesalahanku, aku ingin dia bahagia, dan itu takkan pernah bisa jika aku masih bersamanya, takkan mungkin jika selama ini aku masih begini, takkan mungkin jika semua ini belum jelas adanya.
Aku tak sanggup jika ini berakhir, tapi aku lebih tak sanggup jika tahu dia tak bahagia, maka batinku mengatakan ini harus berakhir demi dia.
Maaf!
Saat ini aku sadar, bahwa cinta itu bukan bagaimana aku bisa membuat orang bahagia, cinta itu bukan bagaimana aku dan dia bisa bahagia bersama, tapi cinta itu, bagaimana aku bisa melihat orang yang kucintai bahagia meski bukan karena aku, cinta itu, bagaimana aku bisa mengetahui orang yang kucintai bahagia meski dia tak bersama aku.
Komentar
Posting Komentar