Entah lah, kamu mungkin gak akan pernah baca tulisan ini, kamu ingin melupakan orang yang menyakitimu,
Aku sering mendengar istilah karma, yang bagi banyak orang mungkin tidak percaya, tapi aku percaya.
Karma itu balasan alam, yang didukung rasa sakit hati seseorang, alam tidak menerima seseorang menyakiti orang lain, tanpa diminta alam membalas.
Kali ini aku berteman sepi, terbujur kaku dibawah selimut menggigil kedinginan walau cuaca sedang panas panasnya. Hanya bisa menghibur diri dengan ponsel yang kupakai untuk hal hal monoton saja.
Rasanya malaikat maut sedang mengintai, bersiap-siap dan selalu terjaga mengawasi aku, menunggu perintah penciptanya, jika tiba saatnya, ia akan mendatangiku menyapa dengan salam yang tak mampu kujawab dengan kata kata, di saat aku ingin berteriak, ia menutup telinga semua orang untuk mendengarku, ia butakan mataku, hingga saat itu aku hanya bisa melihat kegelapan.
Ia masih dengan kesenangannya, menakutiku dengan suara menggelegar yang jelas terdengar di telingaku, mataku mengeluarkan sisa sisa airnya, menetes ke dalam mulut ku namun tak terasa asinnya.
Perlahan, dalam gelapnya pandangan ku, satu persatu sosok yang ku kenal dengan jelas melintas dengan muka masam, semuanya terlihat murka, mereka seolah memaksa sang malaikat segera melaksanakan tugasnya, mulut mereka komat kamit, sebagian berteriak dengan urat leher terlihat jelas. Mereka pernah tersakiti olehku. Aku bahkan lupa bagaimana aku menyakiti mereka, aku lupa kapan waktu menyakiti mereka, aku ingin berteriak meminta ampunan mereka, tetap saja tak bisa. Semakin aku mencoba mengeluarkan suara ku, semakin murka wajah mereka.
Namun, malaikat maut masih asyik menyaksikan aku menangis darah, ia tak menghiraukan semua yang berteriak kepadaku sampai perlahan mereka mundur dan mungkin menyerah memaksa.
Masih dalam kegelapan ini, seseorang gadis berjalan tertunduk melintas, ia berbeda dengan orang orang sebelumnya, tak ada guratan emosi terlihat diwajahnya, ia bahkan tak berteriak apapun, hanya matanya yang memerah memandangiku, air matanya mengalir dan menetes terus terusan, hanya memandangiku.
Malaikat tertawa, telingaku merasakan sakit yang luar biasa, gadis itu membuka mulutnya, seperti berbicara namun aku tak mendengarnya, aku terus mencoba mendengarnya, tak ada yang bisa kudengar.
Malaikat maut memegang kepalaku, aku kaget, sepertinya ini saatnya. Aku pasrah dalam kebingungan, apa yang dikatakan gadis itu? Apakah ia memerintahkan malaikat seperti orang orang sebelumnya? Tapi kenapa ia menuruti permintaan satu orang gadis saja?
Aku menutup mataku dan menerima semua yang akan terjadi, malaikat itu masih memegang kepalaku, telingaku mendengar kembali, mataku terbuka dan melihat semuanya telah pergi.
Kemana malaikat tadi? Apa yang ia lakukan?
Maafkan aku, dalam hati yang terdalam untuk gadis dalam anganku yang tersakiti, mohon Maafkan aku.
Inilah karmaku, cabutlah karma ini dengan maafmu.
Komentar
Posting Komentar