
Tanggal 1 Oktober kemarin mungkin menjadi hari yang paling menegangkan dalam hidup Bapak dan Ibu, disaksikan oleh jutaan pasang mata rakyat Indonesia Bapak dan Ibu bersumpah atas nama tuhan Bapak dan Ibu masing-masing, terkecuali kalau Bapak Ibu tak punya tuhan atau agama.
Bapak dan Ibu terlihat sangat gagah dan cantik dengan balutan pakaian pakaian yang terlihat mahal itu, dilantik sebagai anggota DPR RI yang mengatur undang undang sebuah negara menambah kesan wibawa Bapak dan Ibu.
Hari itu saya sangat senang, sungguh sangat senang, alasannya karena untuk pertama kalinya bagi saya melihat semua kursi di gedung parlemen itu terisi penuh, lebih senang lagi karena Bapak dan Ibu terlihat sangat bersemangat dan khusyu' sepanjang acara, dan itu lah yang saya harapkan, yang kami rakyat Indonesia harapkan selama ini.
Kami berharap selama 5 tahun masa jabatan Bapak dan Ibu semua, kursi-kursi itu terisi penuh diduduki oleh Bapak dan Ibu membawa suara-suara rakyat, bukan suara pribadi atau partai. Kami harap tak ada lagi kursi-kursi tak bertuan tapi penuh dengan tanda tangan kehadiran.
Kami juga berharap Bapak dan Ibu selalu bersemangat seperti kemarin, tak ada lagi wajah-wajah menahan kantuk ataupun mulut-mulut menganga tenggelam mimpi dalam tidur pulas di atas kursi itu. Kami berharap bapak ibu tetap khusyu' mengikuti kegiatan disana seperti kemarin, tak ada lagi wajah-wajah bosan memandang layar hand phone entah chating dengan siapa, apalagi Na'udzubillah menonton video porno, kami harap tak terjadi lagi.
Tapi mohon maaf Bapak Ibu, rasa respect saya kemarin agak berkurang saat melihat aksi terlalu semangat Bapak dan Ibu kemarin, hujan interupsi, keributan yang dipertontonkan, hingga aksi "curi" palu sidang, mohon maaf sekali lagi Bapak dan Ibu yang terhormat, bagi saya itu memalukan, saya tak ingin memperpanjang masalah itu, semoga itu yang terakhir kalinya.
Bapak dan Ibu wakil-wakil kami yang terhormat...
"Manusia memang takkan luput dari lupa dan dosa"
Yaah, itu mungkin kata-kata paling logis untuk dijadikan alasan seseorang yang berbuat kesalahan, saya sangat mengerti jika Bapak dan Ibu juga demikian, saya sangat wajar jika Bapak dan Ibu akan melupakan satu atau dua janji kampanye yang Bapak Ibu lemparkan pada rakyat, tapi mohon.. jangan lupakan rakyat yang memilih Bapak dan Ibu, jangan lupa kalau masih banyak yang tak berpapan di luar sana, jangan lupa pada rakyat yang sulit mendapatkan pangan, yang tak mendapat pendidikan, jangan lupa pada rakyat yang membutuhkan obat-obatan karena kesehatan yang menurun akibat kurang ramahnya lingkungan belakangan ini, masih banyak yang tak boleh Bapak dan Ibu lupakan, dan mohon... mohon.. mohon dengan sangat, jangan lupakan rakyat..!
Untuk masalah dosa atau kesalahan sebenarnya kami tak peduli, sebagaimana Bapak dan Ibu yang tentu saja tak urus dengan dosa dosa kami, kami tak punya hak untuk melarang Bapak dan Ibu berbuat dosa, Bapak dan Ibu boleh melakukan dosa apa saja, asal... mohon, jangan berdosa karena korupsi..! Mohon jangan berdosa karena suap menyuap yang merugikan rakyat, Mohon..! Jangan berbuat dosa yang merugikan ratusan juta rakyat Indonesia... jika Bapak dan Ibu berbuat dosa yang merugikan diri sendiri, maaf, kami tak urus. Sekali lagi mohon jangan korupsi...!!!!
Oiya.. hahaha, saya lupa menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan sedari awal.. "SELAMAT ATAS DILANTIKNYA BAPAK DAN IBU YANG TERHORMAT SEBAGAI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MASA JABATAN 2014-2019"
Semoga Bapak dan Ibu selalu diberikan kesehatan, kekuatan, keteguhan, kesabaran dalam menjalankan amanah rakyat, dan semoga diberkahi Tuhan YME.
Sebagaimana biasanya kata selamat yang selalu diikuti dengan harapan, harapan saya sudah tertulis panjang lebar di atas, hehehe kalau boleh saya menambah beberapa harapan lagi yakni, harapan agar Bapak dan Ibu bisa mempermudah birokrasi, memperluas lapangan pekerjaan dan yang paling penting memajukan Bangsa Indonesia... terakhir ini bukan harapan tapi permintaan tolong dari saya, tolong bantu pemerintahan Presiden yang baru kita nanti, Demi INDONESIA..!
Walaupun saya haqul yakin Bapak dan Ibu tidak akan membaca tulisan ini, tapi jika ada yang nyasar menemukan tulisan ini mohon jangan salah sangka, ini bukan kritikan, siapa saya berani mengkritik Bapak dan Ibu yang terhormat???. Ini hanyalah harapan saya dan rakyat Indonesia, semoga Bapak dan Ibu tidak terbebani dengan banyaknya harapan kami, karena saya yakin kalau Bapak Ibu sudah tahu itulah yang seharusnya Bapak dan Ibu lakukan...
Hehehe... mohon maaf Pak.. Bu'...
Mungkin saya kebanyakan ngomong..
Terakhir, saya janji ini yang terakhir..
Kalau Bapak dan Ibu lagi pusing dan bingung memikirkan masalah rakyat, saya rekomendasikan Bapak dan Ibu mendengarkan lagu Iwan Fals yang judulnya "Wakil Rakyat".. saya suka lagu itu, dan saya yakin Bapak dan Ibu juga akan suka kalu mendengarnya, siapa tahu bisa sedikit menghibur dan menenangkan pikiran... hehe
Yaudah, demikian surat cinta saya buat Bapak dan Ibu anggota DPR RI yang baru, selamat bekerja dan semoga sukses.. MERDEKAAAAA!!!!!!!!
salam cinta saya
Rakyat Indonesia
Komentar
Posting Komentar