Happy 17 birthday my Little brother :)
Stay cool and make us proud.. yeah
Ilham Nauval Haqiqi, biasa dipanggil Okiq, agak gak nyambung emang, lahir 17 tahun yang lalu di rumah sakit tentara Mataram sebagai kado untuk bapak, karena bertepatan dengan hari ayah sedunia.
Dia satu-satunya yang lahir di tanah kelahiran kedua orang tuaku, aku dan kakakku kebetulan lahir di Timor Timur yang saat ini sudah jadi Timor Leste, bapakku seorang polisi yang saat itu ditugaskan di Timor Timur, itulah kenapa terselip nama "Timor" di namaku dan kakakku, walaupun belakangan ini, adekku menambah "Timor" di beberapa nama akun sosmednya " Ilham Timor Haqiqi", saya gak tau kenapa dia begitu senang hati menambah bagian namanya, saya berfikir mungkin dia mengira bukan anak kandung orangtua dengan tidak ada nama Timor, tapi sepertinya konyol, karena banyak foto-foto kelahirannya di album keluarga.
Jadi, here is all about my Bro, Okiq.
NAKAL
sebenarnya saya gak terlalu paham bagaimana orang disebut nakal, tetapi sepertinya adek saya termasuk didalamnya, melihat beberapa kejadian masa SDnya, jika ada yang bertanya siapa orang yang paling banyak kena jahitan, maka saya akan jawab, Okiq, adek saya.
Entah kenapa kata Jarum dan benang jahit rumah sakit sangat akrab dengannya, mungkin itu bukti kenakalannya. Dari terkena batu dikepala sampai jatuh di got pernah dia alami, dan semua berujung sama. Rumah sakit.
Saya tidak ingat berapa banyak bekas luka jahitan dikepalanya, yang pasti semua dokter jahit di rumah sakit dekat rumah pada masanya pasti kenal dengan namanya, Okiq
Mungkin ini hal biasa bagi anak SD, tapi sangat berbeda dengan kedua kakaknya yang alhamdulillah tidak pernah merasakan jahitan sampai sekarang. (Kecuali saat sunat)
CENGENG
Dari sifat nakal, ini memang sangat berbanding terbalik, tapi begitulah adanya, dari kecil memang air matanya sangat mudah keluar, tiap hari diajar ngaji oleh bapak, hampir tiap hari pula dia nangis, bapak kami emang tegas, beliau sering menaikkan suara jika kami susah paham apa yang beliau ajarkan, tapi Okiq, setiap bapak meninggikan suaranya, air matanya pasti mengalir, rumusnya sederhana. ( A = X + Y).
A = air mata X = tidak paham Y = mengeraskan suara.
Saya baru mengerti bagaimana susahnya bapak saya kalo Okiq sudah menangis ketika dia ikut saya masuk pondok. Saya sudah kelas empat dan dia masuk sebagai santri baru, jika santri baru menangis sebulan dua bulan, wajar, adek saya masih menangis bahkan sampai bulan ke enam, dan saya yang mengurusnya. Kebetulan juga dia orang yang gak bisa jauh dari rumah, suatu saat pernah jam 2 malem nangis nangis minta diantar pulang dari rumah kakek yang jaraknya gak jauh, 10 menit pakai motor sampai, tapi dia masih nangis. apalagi harus berbulan bulan di pondok.
Oiya, Okiq hanya bertahan 6 bulan di pondok sebelum dia pindah di SMP dekat rumah.
PENAKUT
Sifat takutnya mungkin saat ini sudah sangat berkurang, tapi saya ingat masa SD adek saya orang yang penakut, sangat berbanding terbalik dengan sifat kakak saya, kalau kakak saya sangat sering berkelahi dan gak ada takutnya bahkan dari TK sudah membuat hidung seorang anak tentara berdarah, maka adek saya setiap berkelahi pasti lapor ke kakak saya, anehnya, sifat takut ini ditujukan untuk teman teman seangkatannya, kalau berkelahi dengan saya di rumah, rasa takutnya hilang seketika. Saya gak tau rasa takutnya sama setan masih ada atau gak sekarang, dulu dia suka nonton film horor tapi ujungnya teriak teriak masuk kamar karena katanya liat kuntilanak, entahlah. Satu hal yang tidak pernah ditakuti adek saya, saya ceritakan selanjutnya.
PENCINTA BINATANG
inilah satu satunya hal yang tidak pernah ditakuti adek saya, Binatang. Dari dulu sampai sekarang dia sangat suka dengan yang namanya binatang, apapun itu.
Hewan apa yang tidak pernah dia pelihara? (Oke, hewan kebun binatang pengecualian)
Dia pernah pelihara ular kobra, pelihara kalajengking yang cuma ditaruh di kotak korek api dan dimainkan seperti mainan, dia pernah buat mamak saya shock karena lihat dia pegang ular sawah besar yang sukurnya lagi kenyang makan tikus besar, dia pernah dicari seharian dan ditemukan sedang tidur di kandang ayam, dia pernah pelihara tiga ekor anak tikus merah dalam celengan kaleng yang buat seisi rumah bau karena tikus tikus keparat itu sudah jadi bangkai, Saya ingat suatu saat dia pernah membuat satu keluarga kebingungan, hari minggu dia hilang, satu keluarga nyari ke rumah teman-temannya gak ketemu, bibi-bibi dan om ikut mencari dan gak ketemu juga, saya sampai nangis ketakutan karena dikira gak bisa menjaga adek, dan akhirnya dia pulang seenaknya sambil pegang pecutan kuda diatas cidomo, seharian dia hilang karena ikut pakdenya "nambang" ke pasar cuma agar bisa pecut pecut kuda. Dan banyak hal tentang binatang dan dirinya yang tidak bisa saya ingat.
Dia pencinta binatang tapi bukanlah perawat binatang yang baik, banyak binatang mati percuma yang sudah saya lihat saat dipelihara olehnya, termasuk tikus tikus tadi, ayam, kelinci, burung dan lain lain sangat jarang bertahan lama ada di rumah, mungkin hanya ayam yang bisa bertahan cukup lama, walaupun ujungnya sama, berakhir diatas piring dan jadi santapan keluarga.
Tentu saja banyak hal yang berubah tentang dirinya dari yang dulu, banyak cerita tentang dirinya yang saya tidak bisa ceritakan, 12 nopember 17 tahun usianya. Saya berharap dan berdoa semua hal yang terbaik baginya.
Tentu saja saya sayang dia, apapun yang dia lakukan dia tetap adik saya dan kakak akan selalu sayang adeknya.
Satu satunya hal yang saya benci dari dirinya adalah fakta bahwa dia lebih tinggi dari saya, kakaknya yang tiga tahun lebih tua darinya, ini fakta yang memalukan dan saya tidak ingin berbicara lagi tentang itu.
Lebih baik saya akhiri saja...
Sekali lagi, all the best buat adek saya ILHAM NAUVAL "TIMOR" HAQIQI A.K.A OKIQ. :)
Komentar
Posting Komentar